Mengenal Hubungan Poliamori dan Perbedaannya Dengan Selingkuh

Dian Afrillia
Mengenal Hubungan Poliamori dan Perbedaannya Dengan Selingkuh

Kebanyakan orang menginginkan hubungan monogami, alias hanya punya satu pasangan. Namun, tahu nggak sih kalau memang ada orang yang nggak bisa hanya punya satu pasangan. Kamu mungkin sudah tahu poligami, kan? Di mana satu orang menikahi beberapa orang untuk jadi pasangan secara resmi? Tapi ada juga versi lainnya, yaitu poliamori. Hmm. Apa lagi ya ini?

Poliamori adalah istilah untuk menggambarkan ketika seseorang berkencan dengan orang lain meski telah punya pasangan, bahkan menikah dan punya anak. Pasangan yang berkomitmen untuk punya hubungan poliamori mengedepankan sifat saling terbuka antara satu dan yang lain. 

Apa bedanya dengan poligami dan selingkuh? Jadi, jika poligami konteksnya lebih kepada menikahi beberapa orang dan ini hanya berlaku untuk satu pihak saja, misalnya satu suami empat istri, poliamori ini hanya sebatas kencan atau hubungan tanpa ikatan pernikahan. 

Misalnya, si A berpacaran dengan B, tetapi karena ini hubungan poliamori, maka A boleh berhubungan dengan C, D, E, pun si B pun bisa punya hubungan lain bersama X, Y, Z. 

Perlu diketahui kalau poliamori juga bukan perselingkuhan. Sebab, semuanya dilakukan dengan kesadaran penuh dan persetujuan semua pihak. Misalnya kamu ingin berkencan dengan orang lain, mintalah persetujuan pasangan, bila ia setuju, maka diperbolehkan. Dikatakan selingkuh bila ada pihak yang menjalin hubungan dengan orang lain tanpa memberi tahu pasangannya. 

Buat yang pernah mendengar open relationship, mungkin akan menggambarkan hubungan poliamori seperti ini. Namun, ini juga berbeda lho. Meski sama-sama bebas, open relationship tetap punya hubungan utama, tetapi tetap terbuka dengan hubungan yang lain. Nah, pada poliamori, orang bisa bebas mencintai setiap pasangannya dengan takaran yang sama tanpa ada satu yang diutamakan. 

Hubungan seperti ini memang nggak umum, apalagi di Indonesia yang kental dengan adat dan budaya ketimuran. Namun, bagi orang-orang yang melakukannya, akan merasakan keuntungan seperti bisa merasakan keintiman yang berbeda-beda dari tiap pasangan, punya banyak orang yang mendukung dan menemani, serta mendapatkan kebebasan dan keterbukaan. 

Poliamori juga tentu punya kekurangan, misalnya sulitnya mengendalikan rasa cemburu pada pasangan bila ia punya banyak pasangan lain, hubungan jadi lebih rumit apalagi bila ada yang ingin menikah, ditambah lagi risiko kesehatan akibat berganti pasangan, misalnya infeksi menular seksual. 

LATEST ARTICLE